Selasa, 09 Maret 2010

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Potongan Primal Karkas Ayam Pedaging di Pasar pasar Tradisional. Kecamatan Mranggen, Kabupaten Dem

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besamya pengaruh faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan potongan primal karkas ayam pedaging, mengetahui jumlah
permintaan potongan primal karkas ayam pedaging di pasarpasar tradisional, dan
membandingkan jumlah permintaan. dengan jumlah penjualan potongan primal karkas ayarn
pedaging di pasar-pasar tradisional Kecamatan Mranggen. Manfaat dari penelitian ini adalah
memberi masukan kepada produsen daging ayarn pedaging untuk terus meningkatkan
produksinya. Bagi peneliti yaitu mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi permintaan potongan primal karkas ayam. pedaging di pasar-pasar
tradisional. Metode penelitian adalah survai dan penentuan lokasi secara purposive metode
penentuan responden dengan cara “proportional random sampling” pada penjual dan
“accidental sampling” pada konsumen. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara
secara langsung dengan responden. Parameter yang diamati meliputi jumlah penawaran dan
permintaan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan bantuan
komputer program SPSS 11.00 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, tidak
terjadi perbedaan yang nyata (Sign>0,05) rata-rata jumlah pembelian potongan primal karkas
ayarn pedaging di awal, pertengahan, dan akhir bulan di pasar-pasar tradisional Kecamatan
Mranggen. Besamya rerata jumlah pembelian perhari pada awal, pertengahan, dan akhir
bulan masing-masing adalah 54.161,25 gram, 45.926,25 gram, 44.186,88 gram dan
besarnya rerata jumlah penjualan perhari pada awal, pertengahan, dan akhir bulan di
pasar-pasar tradisional. Kecamatan Mranggen masing-masing adalah 54.231,25 gram,
46.325 gram, 44.479,38 gram, menunjukkan tidak terjadi perbedaan yang nyata (Sign>0,05)
jumlah pembelian dengan jumlah penjualan potongan primal karkas ayam pedaging di
pasar-pasar tradisional Kecamatan Mranggen. Hasil analisis regresi berganda, secara
serempak pendapatan, harga potongan primal karkas, harga barang substitusi, jumlah
keluarga, tingkat pendidikan formal dan selera berpengaruh nyata (Sign<0,05) terhadap
permintaan. Analisis secara parsial diketahui bahwa tingkat pendidikan formal dan selera
berpengaruh nyata. (Sign<0,05) terhadap, permintaan.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran komoditas gula di Indonesia periode 1980-2009

Sebagai salah satu komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat, kestabilan harga merupakan salah satu
hal yang periu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pada periode 1980-1997 (kebijakan monopoli
BULOG/Badan Urusan Logistik), harga gula meningkat stabil. Sedangkan pada periode sesudahnya (1998-
2004), harga guia berfiuktuasi. Meskipun pemerintah melakukan intervensi melaiui kebijakan, namun harga
yang terjadi tetap melalui mekanisme pasar yaitu interaksi permintaan dan penawaran. Secara umum,
permintaan gula tidak dapat dipenuhi seluruhnya dari :produksi gula dalam negeri, sehingga Indonesia harus
mengimpor gula. Permintaan gula secara nasional diperkirakan akan terus meningkat seiring peningkatan
jumlah penduduk, dan konsumsi gula. Sedangkan penawaran gula terdiri dari produksi gula dalam negeri
dan impor guia. Peningkatan produksi gula dalam negeri perk] dilakukan untuk mendukung swasembada
gula di tahun 2007 untuk gula konsumsi rumah tangga, dan tahun 2009 untuk total konsumsi gula. Secara
teoritis harga gula akan ditentukan oleh berbagai faktor yang menentukan perubahan-perubahan terhadap
penawaran dan permintaan gula dalam negeri. Faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing sisi
tersebut menjadi menarik untuk dipelajari, karena selain karakteristik struktur pasar gula di Indonesia
bersifat oligolpoii, pemerintah juga melakukan kebijakan di bidang pergbaaan yang mengalami perubahan
dari tahun ke tahun.
Permintaan gula dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan harga gula dalam negeri. Impor gula dipengaruhi
oleh produksi guia dalam negeri, dan kebijakan bea masuk impor gula. Harga gula dalam negeri dipengaruhi
oleh permintaan gula, dan kebijakan harga provenue/dana talangan pembelian gula petani. Penawaran gula
terdiri dari produksi gula dan impor gula. Produksi tebu merupakan perkalian antara luas lahan dengan
produktivitas tebu, dan produksi gula diperoleh dari perkalian antara produksi tebu dan rendemen.
Melalui pengujian ekonometrika, maka dapat disimpulkan bahwa selama periode kebijakan monopoli
BULOG (1980-1997) permintaan gula, impor gula, maupun harga gula dalam negeri mengalami
peningkatan yang cukup stabil, dibandingkan periode setelah monopoli BULOG (1998-2004). Kebijakan
yang dijalankan pemerintah selama tahun 1980-2004 antara lain kebijakan harga provenue/dana talangan
pembelian gula petani, yang merupakan kebijakan penting dalam upaya mengendalikan harga gula dalam
negeri, dimana pemerintah menetapkan "harga dasar" gula di tingkat produsen. Namun pemerintah perlu
menyesuaikan besaran nilai rupiah yang tepat sesuai dengan keadaan Indonesia.
Berdasarkan faktor produksi gula, Program Akselerasi Peningkatan Produksi dan Produktivitas Gula
Nasional yang berdampak positif pada peningkatan hasil tebu dan produktivitas hablur di tahun 2004, tetap
dilanjutkan dengan meningkatkan kerjasama dengan lembaga penelitian terutama untuk mengembangkan
teknologi varietas tebu unggul dan teknologi mesin pabrik.
Sedangkan faktor kebijakan bea masuk impor gula dilakukan utnuk membatasi jumlah impor gula yang
masuk ke Indonesia. Namun, tarif bea masuk impor gula Indonesia masih Iebih rendah dibanding negaranegara
lain. Untuk itu pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menaikkan tarif bea masuk impor
tersebut, namun hares secara hati-hati dan didahului dengan kajiab Iebih mendalam dan komprehensif.

Minggu, 14 Februari 2010

Memacu Tingkat Pertumbuhan Bank Syariah


Pada akhir tahun 2008 lalu, banyak pemerhati ekonomi syariah kecewa dengan kegagalan bank syariah mencapai target 5 persen pangsa aset perbankan nasional. Nampaknya kekecewaan itu akan berlanjut tahun ini karena hingga akhir bulan Agustus lalu aset perbankan syariah masih 2,4 persen dari aset perbankan nasional.
Walau pangsa aset gagal mencapai target, namun dari sisi pertumbuhan aset bank syariah sebenarnya menunjukkan prestasi sangat baik tahun lalu, yakni mencapai 50 persen. Kenaikan aset ini jauh lebih tinggi daripada tahun 2007 yang hanya tumbuh 23,6 persen. Rata-rata pertumbuhan aset bank syariah yang sekitar 30 persen juga masih dua kali lipat dari pertumbuhan aset bank konvensional. Namun angka menggembirakan ini tidak cukup memuaskan jika tujuannya adalah agar bank syariah bisa sejajar dengan bank konvensional sesegera mungkin. Jika rata-rata pertumbuhan aset bank syariah bertahan sekitar 30 persen, dan bank konvensional sekitar 15 persen, maka butuh waktu 32 tahun agar aset bank syariah bisa menyamai bank konvensional. Dapatkah kita bersabar selama itu sekedar untuk menyamai bank konvensional, belum mendominasinya? Satu-satunya cara memangkas waktu adalah dengan mempercepat pertumbuhan bank syariah. Hambatan-hambatan perlu disingkirkan dan perlu langkah-langkah terobosan agar bank syariah bisa melaju lebih cepat Hambatan Ada beberapa dugaan sebab kelambanan pertumbuhan bank syariah ini. Pertama, masyarakat yang sadar syariah sebenarnya berjumlah banyak dan sebagian besar masih belum tergabung dalam bank syariah manapun. Akan tetapi, mereka kecewa pada bank syariah yang tidak memenuhi harapan atau standar kesyariahan mereka. Kelompok masyarakat ini tidak bersedia pindah dari bank konvensional ke bank syariah karena menganggap tidak ada bedanya menabung dan meminjam di bank konvensional atau bank syariah. Hambatan juga terjadi dari kebijakan industri keuangan. Hingga awal 2008 lalu, bank syariah tidak memiliki instrumen investasi yang likuid sebagaimana bank konvensional. Terpaksa bank syariah menaruh seluruh DPK di pembiayaan yang berisiko dan tidak likuid. Risiko pembiayaan dan risiko likuiditas yang tinggi membuat bank syariah menerapkan marjin laba lebih tinggi daripada bank konvensional. Hal ini menyebabkan bank syariah sulit bersaing dengan bank konvensional baik pada sisi pendanaan maupun pembiayaan. Aspek kekeliruan kebijakan lainnya adalah penerapan aturan kehati-hatian (prudential) pada bank syariah yang sama dengan yang diterapkan pada perbankan konvensional. Padahal, bank syariah pada prinsipnya harus mau menanggung risiko pembiayaan yang tinggi karena mengandalkan akad bagi hasil. Dipaksa oleh aturan kehati-hatian yang ketat, bank syariah pada praktiknya lebih banyak menggunakan akad jual-beli yang mirip dengan kredit konvensional. Kemiripan ini menimbulkan masalah kedua di atas, di mana masyarakat yang peduli syariah menjadi tidak peduli terhadap bank syariah. Kemungkinan terakhir, bank syariah sulit tumbuh cepat karena mayoritas bank syariah saat ini merupakan cabang atau anak perusahaan bank konvensional. Tentunya bank konvensional sebagai induk hanya akan merestui perkembangan anaknya selama tidak mengganggu dirinya. Begitu bank konvensional merasa terusik oleh bank syariah anaknya, ia akan menghambat perkembangan si anak tanpa harus mematikannya. Mengatasi hambatan Kelambatan pertumbuhan bank syariah bisa disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari berbagai kemungkinan sebab di atas. Bank syariah dapat kembali tumbuh cepat jika hambatan-hambatan tersebut diatasi. Dari sisi bank syariah sendiri, mereka harus merombak desain produk dan cara kerja agar masyarakat dapat dengan jelas melihat perbedaan mereka dengan bank konvensional. Perbedaan yang paling jelas dapat dilihat adalah jika bank syariah menggunakan akad bagi hasil dalam pembiayaan produktif mereka. Akad jual beli hanya digunakan untuk pembiayaan konsumtif, namun praktiknya harus diperbaiki sehingga bank syariah berlaku sebagaimana penjual, bukan kreditor. Sebagai penjual, bank syariah harus bisa menyebutkan barang apa yang ia jual dan melakukan sendiri pembelian barang dagangnya, bukan diwakilkan lagi ke pembeli sehingga kelihatan menyiasati akad untuk mensyariahkan praktik kredit konvensional. Kondisi likuiditas bank syariah kini sudah membaik karena sejak pertengahan 2008 tersedia SBI Syariah dan Sukuk Negara sebagai instrumen investasi yang likuid. Di sisi lain, persoalan aturan kehati-hatian nampaknya belum akan diperbaiki dalam waktu dekat. Karenanya, bank syariah masih terdorong untuk lebih mengembangkan pembiayaan jual beli yang berisiko lebih kecil daripada pembiayaan bagi hasil. Sejak 2008, beberapa unit usaha syariah sudah dilepaskan (spin off) menjadi bank umum syariah. Pelepasan ini sudah merupakan langkah maju karena bank syariah tersebut akan lebih bebas mengelola dan bersaing dengan bank induknya. Namun sebagaimana telah disampaikan, kepemilikan bank induk ke bank syariah baru hasil pelepasan ini berpotensi tetap menyisakan kendali dari bank induk, sehingga perkembangan bank syariah baru ini tidak bisa maksimal. Walau demikian kita masih bisa berharap banyak karena sudah ada contoh sebelumnya di mana bank umum syariah hasil pelepasan bisa berkembang pesat, jauh melebihi cabang-cabang syariah bank konvensional. Terobosan Setelah hambatan hilang, bank syariah bisa tumbuh lebih cepat, namun mungkin belum cukup cepat. Perlu langkah-langkah terobosan yang bisa semakin mempercepat pertumbuhan bank syariah. Pertama, pemain baru perlu didatangkan untuk mendirikan bank syariah di Indonesia. Kedua, bank konvensional bisa dikonversi seutuhnya menjadi bank syariah. Bank syariah baru yang tidak lahir dari induk konvensional berpotensi untuk tumbuh lebih cepat dan lebih progresif dalam menerapkan prinsip-prinsip syariah pada produk perbankan. Pemerintah perlu melonggarkan syarat pendirian bank syariah dan membuka peluang lebar-lebar bagi investor domestik maupun asing yang berniat mendirikan bank syariah. Pemerintah juga bisa intervensi langsung dengan mendirikan BUMN bank syariah. Langkah ini tidak tabu diambil pemerintah, walau nampak bertentangan dengan arus privatisasi. Perkembangan industri keuangan di negara berkembang seringkali harus diinisiasi oleh pemerintah. Faktanya, sebagian besar bank konvensional besar saat ini pada awalnya merupakan BUMN yang kemudian diprivatisasi. Bank syariah bentukan pemerintah inipun suatu saat bisa diprivatisasi, jika perlu. Skala intervensi yang lebih besar dapat dilakukan pemerintah dengan mengharuskan bank konvensional untuk beralih sepenuhnya menjadi bank syariah. Intervensi besar ini bukan sebuah langkah gegabah, namun dilandasi untuk menjaga kepentingan publik. Perbankan konvensional mengandung risiko besar terkena krisis. Negara dan masyarakat mengeluarkan biaya besar untuk mencegah terjadinya krisis ini, yakni dengan melakukan penjaminan simpanan. Biaya jauh lebih besar akan ditanggung masyarakat jika krisis benar-benar terjadi. Pengalaman krisis perbankan tahun 1997 telah menelan biaya ratusan triliun. Mengkonversi sepenuhnya perbankan konvensional menjadi perbankan syariah meniadakan kebutuhan biaya tersebut. Penyesuaian otomatis sisi kewajiban terhadap sisi aset membuat bank syariah terhindar dari risiko gagal bayar (default) pada penabung. Sudah menjadi sifat industri keuangan bahwa bentuk dan perkembangannya sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah. Bentuk industri keuangan saat ini adalah buah dari kebijakan di masa lalu yang dipertahankan hingga sekarang. Maka bukanlah sebuah keanehan jika pemerintah menata ulang kebijakan dan bentuk industri keuangan demi kepentingan masyarakat.

Kamis, 21 Januari 2010

Menghindari Pembobolan Kartu Kredit dan Kartu ATM

Sebenarnya modus kejahatan seperti ini sudah lama terjadi di Amerika Serikat, dan menular ke Indonesia sekitar 10-15 tahun yang lalu awalnya.

Tulisan ini saya buat dengan tujuan agar kita semua berhati-hati terhadap segala transaksi elektronik keuangan Anda.

Ini dia alat yang dinamakan skimmer, alat ini berfungsi untuk membaca informasi penting tentang kartu kredit atau kartu ATM.



Dan setelah data kartu didapat data akan disalin ke komputer, dan kemudian akan dicetak pada kartu kredit atau kartu ATM kosong.

Untuk kasus pembobolan kartu ATM sedikit lebih rumit karena pencuri harus tahu no PIN kartu. Berikut akan saya terangkan dengan gambar agar Anda lebih hati-hati dan dapat membedakan mesin ATM yang normal dan mesin ATM yang sudah dipasangi skimmer pada mulut kartu dan spy cam disekitarnya.

Mesin ATM yang sudah dipasang skimmer




Hati-hati terhadap obyek sekecil apapun disekitar mesin, bisa jadi ada spy cam telah terpasang





Tips aman melakukan transaksi elektronik :

Untuk Internet :
» Lakukan terlebih dahulu riset dan pengamatan terhadap situs yang menjadi tempat kita akan berbelanja. Periksa apakah penjual tersebut menyertakan kontak yang bisa dihubungi misalnya telepon, YM, alamat atau memiliki account di situs jejaring sosial seperti facebook. Kalau hal seperti ini tidak ada atau tidak bisa dihubungi maka situs tersebut tidak layak dijadikan tempat berbelanja.
» Jangan mudah memberikan data-data pribadi seperti nomor KTP, SIM, kartu ATM ataupun rekening pribadi kepada penjual. Bisanya informasi pribadi ini jarang digunakan dalam jual beli secara online.
» Cari dan baca informasi tentang kebijakan situs tersebut atau yang lebih dikenal dengan License and Agreement. Jangan sampai situs tersebut memiliki kebijakan boleh memberikan informasi pribadi ke pihak lain. Baca juga tentang kebijakan pembelian dan pengembalian barang karena hal ini berguna apabila nanti barang yang kita terima tidak sesuai atau cacat.
» Periksalah harga yang tertera pada barang, kita patut curiga apabila barang yang sama memiliki harga yang jauh berbeda dengan yang ada di toko.
» Jangan menggunakan password yang sama ketika bertransaksi online karena sangat berisiko terhadap tindak kejahatan pencurian password.
» Bekali komputer dengan antivirus yang terupdate apalagi jika antivirus memiliki perlindungan spyware, anti phising dan firewall lebih bagus. Dan juga anti keylogger.
» Meminta dan menyimpan bukti transaksi yang bisanya kalo belanja online via email.
» Lebih aman bertransaksi online jika kita memiliki accont paypal. Karena pembayaran via paypal akan lebih terjamin keamananya daripada menggunakan kartu kredit.
» Jika terpaksa menggunakan kartu kredit, periksa apakah URL situs tersebut apakah memiliki tanda gembok atau secure. Biasanya URL situs yang seperti ini otomatis akan langsung berupah dari http menjadi https ketika akan melakukan transaksi.


Untuk ATM :
» Teliti sebelum memasukkan kartu ke ATM.
» Sebisa mungkin tutup tangan Anda waktu memasukkan PIN
» Setelah melakukan transaksi, jika tidak ingin menyimpan bukti transaksi, jangan dibuang begitu saja. Harus dirobek kecil-kecil.
» Jika kartu macet didalam mesin, jangan panik. Hubungi call center resmi bank dan minta blokir kartu Anda. Hati-hati banyak call center palsu yang tertempel di mesin ATM.

Untuk berbelanja :
» Pastikan mesin gesek dalam jangkauan pandangan Anda

» Pastikan jumlah nominal waktu gesek sesuai dengan nominal belanja Anda.
» Mintalah bukti pembayaran yg dikeluarkan oleh mesin gesek.

Tips diatas tidak 100% menjamin kartu Anda akan aman dari pencurian tapi setidaknya mengurangi resiko hilangnya uang kita.

http://rockonbuddy.com

Rabu, 09 Desember 2009

Liga Utama Inggris


Liga Utama Inggris (bahasa Inggris: Premier League, dahulu F.A. Premier League) umum disebut dengan Barclays Premiership di Britania Raya dan Barclays English Premier League secara internasional adalah liga kompetisi antara klub sepak bola Inggris yang berada di deretan atas liga sepak bola Inggris, sehingga menjadi kompetisi sepak bola utama di Inggris.

Sekilas

Liga Utama Inggris terdiri atas 20 klub sepak bola teratas di liga sepak bola Inggris. Didirikan tahun 1992 ketika klub-klub sepak bola teratas memisahkan diri dari liga sepak bola setelah membuat kesepakatan-kesepakatan menguntungkan dengan stasiun televisi. Liga Utama Inggris dikenali sebagai salah satu kompetisi liga terbaik di dunia karena terdiri dari pemain-pemain sepak bola terbaik di dunia, walaupun sebagian besar di antaranya bukan berasal dari Inggris.

Liga Utama Inggris menjadi kompetisi liga yang berpendapatan terbesar di dunia dengan pendapatan total klub di atas £1,3 milyar pada musim 2003–2004, lebih dari 50 persen di atas kompetitornya Seri A Liga Italia.

Kompetisi

Sebanyak 20 klub berkompetisi di Liga Utama Inggris. Setiap musim kompetisi, setiap klub melawan klub lain masing-masing sebanyak dua kali. Sekali di stadion mereka (home stadium) dan sekali lagi di tempat lawannya. Sebanyak 38 pertandingan untuk setiap klub menjadikan total 380 pertandingan di Liga Utama Inggris. Setiap akhir musim, tiga klub pada urutan terbawah terdegradasi dan empat klub teratas masuk kompetisi Liga Champions untuk memperebutkan Piala Champions. Dua klub teratas masuk secara otomatis, sedangkan urutan ke-3 dan 4 masuk melalui babak play-off. Klub pada urutan ke-5 liga utama akan masuk kompetisi untuk memperebutkan Piala UEFA. Klub pada urutan ke-6 dan 7 bisa juga masuk kompetisi Piala UEFA tergantung pada situasi dua kompetisi domestik lainnya. Sedang klub urutan 18-20 akan terdegradasi ke Divisi Championship dan akan digantikan oleh klub peringkat 1-2 dari Divisi Championship yang otomatis promosi serta klub peringkat 3-6 dari Divisi Championship yang memperebutkan satu tiket tersisa.

Sponsor

Sejak 1992, Liga Utama Inggris mempunyai sponsor. Sponsor berhak menambahkan namanya di nama liga. Berikut adalah daftar sponsor di liga Inggris.

* 1992-1993: Barclays
* 1993–2001: Carling (FA Carling Premiership)
* 2001–sekarang: Barclays (Barclays Premiership; dari 2001-2004, dikenal dengan nama Barclaycard Premiership)

Daftar juara

* 1992/1993 - Manchester United
* 1993/1994 - Manchester United
* 1994/1995 - Blackburn Rovers
* 1995/1996 - Manchester United
* 1996/1997 - Manchester United
* 1997/1998 - Arsenal
* 1998/1999 - Manchester United
* 1999/2000 - Manchester United
* 2000/2001 - Manchester United
* 2001/2002 - Arsenal
* 2002/2003 - Manchester United
* 2003/2004 - Arsenal
* 2004/2005 - Chelsea
* 2005/2006 - Chelsea
* 2006/2007 - Manchester United
* 2007/2008 - Manchester United
* 2008/2009 - Manchester United

Jumat, 20 November 2009

Win, win, win with FM10!

There's still time to win a limited edition Football Manager 2010 t-shirt with our 'Name Game' competition on the official website.

All you have to do is tell us which players the attributes we've posted belong too. It's that easy. The competition ends on 25th November so get your entries in soon!

And don't forget that if you've bought your copy of Football Manager 2010 you can join our FMClub where you will be automatically entered into our monthly prize draws.

This months prize is a very cool Football Manager Table Football. Find out more at:
http://www.footballmanager.com/index.php?p=article&newsid=3597.

SISTEM PERILAKU ORGANISASI

1. ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL

Organisasi adalah Sekumpulan orang, yang terdiri dari 2 orang atau lebih, yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai ideal-ideal ataupun tujuan organisasi.
garis besar unsur-unsur pembentuk sebuah organisasi :
 Kumpulan 2 orang atau lebih
 Berinteraksi dan bekerjasama
 Mencapai tujuan bersama
Pada dasarnya manusia memiliki batasan dan tidak dapat hidup sendiri, sebagian besar tujuannya (keinginan) hanya dapat terpenuhi apabila yang bersangkutan berhubungan dengan manusia lainnya.
Menurut Chester L barnard pembatasan-pembatasan pencapaian tujuan ada 2 faktor
• Pembawaan biologis atau kemampuan seseorang
• Faktor-faktor fisik lingkungan
Sebuah sistem sosial adalah suatu hubungan manusia yang kompleks dalam berinteraksi. Dalam sebuah organisasi, sistem sosial mencakup semua orang di dalamnya dan hubungan mereka antara satu orang dengan orang lain dan kepada dunia luar.
Pada awal, organisasi masih berupa kumpulan orang. Kumpulan ini dibangun berdasarkan undangan atau panggilan. Atau mungkin melalui rekrutmen. Jadi organisasi kita masih seperti terminal bus. Banyak orang tapi tanpa sistem sosial.
Tugas kita adalah membangun dan menata sistem sosial. Ada kehidupan bersama, ada hirarki ada peran tapi ada kesatuan sosial. Melalui sistem sosial ini, ide bagus dicerna dan dihayati, kemudian diekspresikan kembali dalam tindakan praktis.
Dalam tingkat yang matang, sistem sosial ini tumbuh menjadi budaya organisasi. Kultur organisasi. Jadi suatu sistem sosial merupakan bagian dari organisasi.

2. CARA PANDANG ORGANISASI SEBAGAI SISTEM

Dalam teori organisasi dikenal adanya bermacam-macam pendapat tentang berbagai cara pandang, pendekatan, ajaran, tinjauan, model ataupun konsepsi. Di antara berbagai macam cara pandang tidak satupun yang memiliki kebenaran mutlak. Ini adalah salah satunya cara pandang organisasi sebagai sistem.
Sistem adalah keterpaduan berbagai faktor yang saling berhubungan dan saling tergantung yang terikat oleh asas-asas tertentu dalam rangka pencapaian tujuan. Secara sederhana dalam cara pandang sistem terkandung berbagai pengertian sebagai berikut :
1) Input
Merupakan unsur yang dimasukan untuk diolah.

2) Pengolahan
Kegiatan mengubah input menjadi output.
3) Output
Hasil yang didapat dari pengolahan.

4) Umpan balik
Reaksi yg timbul dari lingkungan terhadap input, pengolahan atau output umpan balik dibedakan menjadi dua yaitu:
I. Umpan balik positif
Reaksi yang menunjukan adanya persetujuan dengan sistem yang berjalan.
II. Umpan balik negatif
Reaksi yang menunjukan ketidak sepakatan terhadap sistem karena diketahui adanya penyimpangan.

5) Sistem tertutup dan sistem terbuka
• Sistem tertutup : sistem yang batasanya tidak dapat ditembus oleh faktor lingkungan.
• Sistem terbuka : sistem yang batasanya dapat ditembus oleh faktor lingkungan.
Sebenarnya hampir tidak ada Sistem tertutup mutlak dan sistem terbuka mutlak. Maka lebih tepat Sistem relatif tertutup dan sistem relatif terbuka.
Organisasi merupakan sistem terbuka yang selalu terdapat input, pengolahan, output dan umpan balik. Di samping itu organisasi tidak berada di dalam kekosongan melainkan dalam interaksi dengan lingkungan. Antara organisasi dengan lingkungan perlu adanya penyesuaian. Organisasi dapat menyesuaikan lingkungan atau apabila mampu merubah lingkungan. Organisasi harus sadar akan lingkungannya, bahwa unsur lingkungan berjumlah banyak dan berubah-ubah.

3. RUANG LINGKUP ORGANISASI dan METODE (O & M)

A. Pengertian O & M
Rangkaian kegiatan penyempurnaan yang dilakukan secara terus menerus agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien. Lingkup kegiatan O & M meliputi penyempurnaan segala aspek administrasi.
• Efisiensi : perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil (output) yang diperoleh dengan kegiatan yang telah dilakukan serta sumber dan waktu yang digunakan.

Efesiensi = output dibagi input

Efisiensi harus diperhatikan benar karena merupkan syarat atau ukuran pada pelaksanan kerja yang setepat tepatnya.
• Syarat pencapaian efisiensi
o Pencapaian target harus berhasil guna
o Pencapaian efektif
o Dapat dipertanggungjawabkan
o Pembagian kerja
o Prosedur yang praktis

B. Fungsi satuan O & M
Satuan O & M sebagai satuan penataan yang memiliki fungsi sbb:
o Memelihara struktur organisasi yang baik.
o Mengusahakan agar terlaksana dengan baik penerapan asas organisasi.
o Mengusahakan agar terpelihara pola-pola hub kerja yang sederhana, jelas, dan rasional.
o Mengusahakan agar pencapaian tujuan organisasi dapat berlangsung secara efisien.


C. Kegiatan O & M
o Analisis organisasi
o Analisis kepegawaian
o Komunikasi dalam organisasi
o Tentang tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja
o Penyederhanaan kerja
o Organisasi unit
o Dll.

Sesuai dengan prinsip dalam O & M pembahasan pada bidang tersebut dititik beratkan pada pembahasan tentang sistem, prosedur dan tata kerjanya dalam kaitannya dengan asas efisiensi.


Kesimpulan
Organisasi memiliki banyak definisi. organisasi adalah suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain dalam kelompok dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.